Bentuk Bentuk Konflik di Masyarakat
Are you looking for Bentuk Bentuk Konflik di Masyarakat? Yes you are on the right website, because at here you will find lots of inspirations, ideas and information about Bentuk Bentuk Konflik di Masyarakat. We have some interesting recommendations about what you are looking for and the following are our recommendations.
Bentuk Bentuk Konflik di Masyarakat
a. Prasangka
Prasangka atau prejudice, berasal dari bahasa latin prejudiciumyang dalam pengertian sekarang mengalami perkembangan sebagai berikut:
- Sebagai sebuah preseden yaitu keputusan yang diambil atas dasar pengalaman yang lalu
- Sebagai suatu pengambilan keputusan tanpa melalui penelitian atau pertimbangan yang cermat. Sifatnya tergesa-gesa dan tidak matang
- Sebagai suatu pengambilan keputusan yang melibatkan unsure emosional (suka atau tidak suka)
Dalam kontek rasial, prasangka diartikan sebagai suatu sikap terhadap anggota kelompok etnis atau ras tertentu yang terlalu cepat tanpa induksi (Soelaeman; 1986:158). Seseorang yang mempunyai prasangka rasial, biasanya bersifat diskriminatif terhadap ras yang bersangkutan. Jadi, prasangka menunjuk pada sikap, sedangkan diskriminatif menunjuk pada tindakan dengan demikian diskriminatif merupakan tindakan yang realistis sedangkan prasangka tidak realistis dan hanya diketahui oleh diri individu itu sendiri.
Allen Grinshaw (1961 : 303) memberi gambaran hubungan antara prasangka, diskriminasi, ketegangan dan kekerasan sosial sebagai berikut:

Contoh;
- Prasangka yang mendalam antara orang-orang Israel dengan orangorang Arab di Timur Tengah berkembang menjadi pertentangan sosial dan akhimya menjadi perang Arab-Israel tahun 1967. Setelah perang selesai, permasalahan masih tetap berkepanjangan dan tak kunjung selesai
- Orang-orang Papua New Gunea sebagai tetangga terdekat RI pernah berprasangka warga negara Indonesia yang melintasi batas lndonesia – Papua New Gunea diorganisasikan oleh orang—orang Indonesia dengan tujuan ekspansi. Melalui perundingan dengan niat dan sikap terbuka pemerintah Rl dengan Pemerintah Papua New Gunea, menjalin kesepakatan dan perjanjian kerjasama, sehingga rasa curiga dan prasangka terhadap satu sama lain berubah menjadi rasa saling pengertian dan rasa kebersamaan dalam hidup berdampingan antar tetangga dekat.
Lalu Bagaimanakah Cara menyelesaikan Konflik?
Silahkan baca : cara menyelesaikan konflik
