Hal hal yang berkaitan dengan metabolisme makanan
Are you looking for Hal hal yang berkaitan dengan metabolisme makanan? Yes you are on the right website, because at here you will find lots of inspirations, ideas and information about Hal hal yang berkaitan dengan metabolisme makanan. We have some interesting recommendations about what you are looking for and the following are our recommendations.
Sperti yang kita ketahui, dalam ilmu biologi kita akan sering sekali menjumpai yang namanya metabolisme. Bahwa metabolisme adalah suatu proses pembentukan dan penguraian zat di dalam badan yang memungkinkan keberlansungan hidup.
Saat ini, teknologi di bidang pengolahan makanan telah berkembang pesat. Para produsen telah menemukan celah pasar yang luar biasa di bidang ini. Terbukti dengan beredarnya makanan-makanan substitusi dan suplemen bagi orang-orang yang mempunyai masalah dengan metabolisme. Di bawah ini akan dipaparkan beberapa hal yang beraitan dengan metabolisme.
- Makanan Berkadar Gula Rendah
Telah dijelaskan di depan bahwa tujuan utama metabolisme dalam tubuh untuk memperoleh energi (yakni pembentukan dan penguraian zat). Kita ambil contoh saat kita makan sepiring nasi. Nasi yang kita kunyah dalam mulut, segera mengalami pencernaan enzimatis oleh ptialin. Pada saat itu, nasi (karbohidrat) dipecah menjadi glukosa dan maltosa. Selanjutnya, maltose mengalami pencernaan lanjutan dalam usus halus. Maltosa tersebut kemudian dipecah oleh enzim maltase sehingga menghasilkan 2 molekul glukosa. Glukosa yang dihasilkan terlarut dalam darah dan diangkut menuju sel-sel tubuh.
Pada tubuh kita terdapat hormon insulin yang bertugas mengendalikan kadar gula dalam darah. Pada orang dewasa normal, kadar gula dalam darah berkisar antara 110 mg/ dL–0 mg/dL. Jika gula dalam darah kadarnya melebihi angka tersebut (misalnya > 300 mg/dL), aktivitas tubuh akan terganggu. Seseorang yang kadar gulanya melebihi normal dikatakan orang tersebut menderita diabetes millitus (DM). Mengapa kadar gulanya dapat melebihi angka normal? Salah satu sebabnya kelenjar penghasil insulin tidak dapat bekerja dengan baik. Bagi penderita DM tidak dianjurkan mengonsumsi makanan yang mengandung banyak gula. Hal ini bertujuan agar kadar gulanya terkendali. Oleh karena itu diperlukan terapi makanan khusus untuk membantu penderita DM.
Lain halnya jika penderita DM mengonsumsi gula rendah kalori, misalnya dengan pemanis buatan (aspartam dan sorbitol), ia akan baik-baik saja. Mengapa demikian? Bahan pemanis buatan, seperti aspartam dan sorbitol tidak mengalami metabolisme dalam sel-sel tubuh sehingga tidak menambah kadar gula dalam darah. Meskipun demikian makanan maupun minuman yang diberi pemanis buatan tetap terasa manis. Bahkan pemanis buatan ini rasa manisnya 10 [original_title] ratusan kali lebih manis dibandingkan dengan gula tebu.
- Teknologi Pengawetan Makanan
Pada awalnya manusia kebingungan mencari cara menyimpan makanan. Hal ini karena beberapa jenis makanan akan menjadi busuk atau rusak jika lama tidak dimanfaatkan. Akhirnya ditemukanlah beberapa cara mengawetkan makanan, misalnya dengan pemanasan (pasteurisasi dan sterilisasi), penambahan bahan kimia, pendinginan, dan dengan pengolahan tertentu.
Pengawetan dengan pemanasan, seperti pasteurisasi dan sterilisasi, terbukti efektif membunuh berbagai bakteri pembusuk. Bahkan beberapa jenis racun yang terkandung dalam makanan dapat dihilangkan dengan pemanasan. Akan tetapi, akibat pemanasan itu zat gizi dalam makanan menjadi rusak, misalnya vitamin dan protein. Selain pemanasan, pembekuan juga banyak dipakai dalam mengawetkan makanan. Perhatikan Gambar 2.24. Pembekuan merupakan cara pengawetan yang paling baik. Namun demikian, sayuran dan buah-buahan akan kehilangan 6% vitamin C selama penyimpanan dalam lemari es. Bukan hanya vitamin saja, kandungan protein dalam daging juga akan menyusut selama penyimpanan beku ini. Selain cara-cara tersebut di depan terdapat cara lain untuk mengawetkan bahan makanan, yaitu fermentasi. Apakah dengan cara fermentasi suatu bahan makanan juga akan mengalami susut gizi selama pengolahan?
Tempe, yoghurt, dan asinan merupakan makanan hasil fermentasi.

Dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa makanan dan minuman hasil fermentasi nilai gizinya lebih tinggi daripada bahan mentahnya. Selain itu, juga memiliki sifat sebagai antibiotika. Kita ambil contoh makanan dan minuman yang difermentasi menggunakan jasa bakteri laktat. Aktivitas bakteri asam laktat selama fermentasi mengakibatkan pH bahan makanan di bawah 5. Bakteri fekal (bakteri Coli dalam usus) dalam kondisi ini tidak dapat hidup sehingga makanan menjadi awet (tidak cepat rusak atau membusuk). Selain itu, bakteri tersebut juga menghasilkan metabolit yang berupa antibiotik, yaitu laktobasilin dan senyawa NI (Not yet Idential atau belum diketahui). Senyawa ini dipercaya dapat mencegah timbulnya kanker.
- Teknologi Substitusi Energi (Makanan Suplemen
Pada keadaan tertentu, misalnya sedang sakit, manusia membutuhkan makanan yang siap diserap tanpa melalui proses pencernaan. Kondisi ini tentu saja tidak berlaku bagi orang sehat. Sebagai contoh, seorang pasien di rumah sakit di mana kondisi kesehatannya tidak memungkinkan untuk mengunyah makanan, ia sangat perlu mendapatkan masukan zat-zat makanan untuk menjaga kondisi tubuhnya. Pasien itu biasanya diberi cairan infus. Dengan memasukkan infus ke tubuh pasien kebutuhan zat makanannya akan terpenuhi, terutama glukosa sebagai sumber energi dan ion-ion dalam bentuk garam mineral, seperti Na+, K+, Ca2+, Cl-, dan laktat.
Komposisi Zat dalam Cairan Infus dapat dilihat di gambar tabel di bawah ini

Dengan melihat contoh di atas tampak bahwa pemberian infus sangat membantu pasien dalam memperoleh energi, khususnya cairan infus yang mengandung glukosa. Cairan infus diberikan sesuai petunjuk dokter atau dalam pengawasan dokter karena setiap pasien memerlukan jenis infus yang berbeda. Hal ini tergantung pada kondisi pasien dan penyakit yang dideritanya.
