Macam-Macam Strafikasi Soial – Sosiologi Kelas XI
Are you looking for Macam-Macam Strafikasi Soial – Sosiologi Kelas XI? Yes you are on the right website, because at here you will find lots of inspirations, ideas and information about Macam-Macam Strafikasi Soial – Sosiologi Kelas XI. We have some interesting recommendations about what you are looking for and the following are our recommendations.
Macam-Macam Strafikasi Soial –
A. Stratifikasi Sosial Terbuka.
Dalam sistem stratifikasi sosial terbuka, setiap anggota masyarakat memiliki kesempatan untuk berusaha naik ke lapisan yang lebih tinggi, atau jika kurang beruntung dapat jatuh, ke lapisan yang lebih rendah. Kelebihan dari sistem ini adalah adanya rangsangan bagi setiap orang untuk mengejar kemajuan. Semakin maju seseorang, tingkatan stratifikasinya pun akan naik. Kelemahan sistem ini adalah adanya kemungkinan perasaan khawatir lapisan atas tergeser kedudukannya ke lapisan bawah.
B. Stratifikasi Sosial Tertutup
Stratifikasi sosial bersifat tertutup membatasi kemungkinan berpindahnya seseorang dari satu lapisan ke lapisan yang lain, baik yang merupakan gerak ke atas maupun ke bawah. Satu-satunya jalan untuk masuk menjadi anggota suatu lapisan dengan kelahiran.
Pelapisan sosial di masyarakat bentuknya berbeda-beda. Bentuk ini akan dipengaruhi oleh criteria atau faktor yang menjadi dasar pelapisan masyarakat. Kriteria itu antara lain ekonorni, sosial atau kriteria politik. Misalnya, bagi golongan politik tertentu yang termasuk mayoritas dalam kekuasaan akan mendapat kedudukan lebih tinggi dibandingkan dengan nainderbus.

Mac-Iver mengemukakan bahwa dasar-dasar pelapisan kekuasaan atau piramida kekuasaan terbagi dalam tiga pola umum, yaitu: tipe kasta, tipe oligarki dan tipe demokratis.
a. Tipe Kasta.
Merupakan sistem lapisan kekuasaan dengan garis pemisahan yang tegas dan kaku. Masyarakat dengan tipe kasta, misalnya masya rakat Hindu India yang hampir-hampir tidak pernah terjadi gerak social yang vertikal.
Pada puncak piramida kekuasaan tipe kasta diduduki oleh seorang penguasa tertinggi, misalnya seorang raja dengan lingkungan pendukungnya para bangsa, ksatria, dan pendeta. Lapisan kedua terdiri atas para petani dan buruh tani yang kemudian diikuti oleh lapisan diikuti oleh lapisan terendah yang ditempati oleh budakbudak.
b. Tipe oligarki
Merupakan sistem lapisan kekuasaan dengan garis pemisahan yang tegas. Pembedaan lapisan pada masyarakat dengan tipe oligarki ini ditentukan oleh kebudayaan masyarakat tersebut, terutama pada kesempatan yang diberikan kepada seluruh warga untuk memperoleh kekuasaan-kekuasaan tertentu. Perbedaan antara tipe kasta dan tipe oligarki adalah adanya kesempatan setiap individu untuk naik lapisan meskipun pada tipe ini lapisan diperoleh berdasarkan kelahiran (ascribed status). Pada tipe oligarki terdapat lapisan yang lebih khusus dan perbedaan antar lapisan tidak mencolok.
Pada piramida kekuasaan tipe oligarki, kelas menengah merupakan warga yang paling banyak jumlahnya. Hal itu terjadi karena industri, perdagangan dan keuangan memegang peranan yang febih penting. Kesempatan untuk naik tingkatan lapisan pada rnasyarakat ttengan tipe oligarki bermacam-macam. Bahkan anggota masyarakat pada kelas menengah mempunyai kesempatan untuk menjadi penguasa. Tipe oligarki ditemukan pada masyarakat feodal yang telah berkembang.
c. Tipe demokratis
Merupakan sistem lapisan kekuasaan dengan garis pemisahan antar lapisan yang bersifat sangat mobil, Ascribed statustidak memegang peranan penting. Karena factor kemampuan dan keberuntungan seseorang lebih dominan pada sistem lapisan ini. Hal ini bias dialami oleh anggota-anggota partai politik pada masyarakat demokratis yang dapat mencapai kedudukan-kedudukan tertentu dalam masyarakat melalui partai yang dipegangnya.
Pirarnida kekuasaan tipe demokratis tersebut merupakan tipe ideal. Namun, dalam kenyataan seringkali terjadi penyimpangan. Hai itu terjadi karena masyarakat selalu mengalami perubahan sosiai dan kebudayaan. Setiap terjadi perubahan mengakibatkan terjadinya pula perubahan piramida kekuasaaan.
Stratifikasi hanya dikenal dalam lapangan teoritis karena masyarakat Indonesia tidak mengakui secara tegas seseorang termasuk dalam ketas mana, Indonesia tidak mengenal sistem kasta serta system stratifikasi terbuka.
Baca Juga : Pengaruh Diferensiasi Sosial dan Stratifikasi Sosial untuk melengkapi pengetahuan Macam-Macam Strafikasi Soial
