Mengidentifikasi Unsur-Unsur Puisi
Are you looking for Mengidentifikasi Unsur-Unsur Puisi? Yes you are on the right website, because at here you will find lots of inspirations, ideas and information about Mengidentifikasi Unsur-Unsur Puisi. We have some interesting recommendations about what you are looking for and the following are our recommendations.

Ketika belajar di jenjang SD dan SMP, kalian telah belajar mendengarkan puisi. Tentunya kini kalian makin mahir menangkap makna dan pesan dalam puisi. Pada pelajaran kali ini, kalian akan kembali belajar memahami makna sebuah puisi dalam kegiatan mendengarkan pembacaan puisi. Marilah kita simak satu puisi di bawah ini
Tuhan Telah Menegurmu
Oleh: Apip Mustopa
Tuhan telah menegurmu dengan cukup sopan lewat perut anak-anak yang kelaparan
Tuhan telah menegurmu dengan cukup sopan lewat semayup suara adzan
Tuhan telah menegurmu dengan cukup menahan kesabaran lewat gempa bumi yang berguncang
deru angin yang meraung-raung kencang
hujan dan banjir yang melintang-pukang
adakah kaudengar?
(Laut Biru Langit Biru, 1977)
Sumber: Apresiasi Puisi untuk Pelajar dan Mahasiswa. 2003.
Herman J. Waluyo. Jakarta: Gramedia
Puisi tersebut bertema kekuasaan Tuhan. Dengan kekuasaan- Nya, Tuhan telah menegur umat-Nya. Teguran Tuhan dapat halus, keras, sampai teguran yang sangat mengerikan. Dalam puisi tersebut teguran Tuhan dinyatakan dengan anak-anak yang kelaparan, suara azan, sampai gempa bumi yang berguncang, deru angin yang meraung kencang, hujan, dan banjir yang melintang pukang.
Meskipun Tuhan telah menegur dengan teguran yang sangat keras, manusia tetap tidak sadar. Meskipun demikian, Tuhan cukup menahan kesabaran dan berharap manusia akan segera sadar. Itulah makna yang terkandung dalam puisi di atas. Itu juga yang menjadi pesan yang ingin disampaikan dalam puisi itu? Penyair (sebutan untuk penulis puisi) ingin berpesan agar manusia segera kembali ke jalan yang benar karena selama ini manusia berada di jalan yang sesat. Meskipun Tuhan telah berkali-kali menegur, manusia tidak juga sadar akan kesalahannya.
Sekarang ada satu bagian lagi nih yang harus kamu selesakan
pertama-tama baca dulu puisi dibawah ini
Dalam Sujudku
Oleh: Sutoyo
Pernah kudengar dan kubaca
Manusia hendak hidup kembali
dari kubur bangun kembali
lalu kami umat manusia
akan digiringnya ke tempat yang amat luas
mungkin bagiku tempat yang panas
Oh Tuhan
air mata ini mengucur semakin deras
semakin deras
jangan Kau tempatkan aku pada tempat yang panas kini
tiada lagi bara suka hati dalam jiwaku beku
berilah aku kehangatan dalam dekapan-Mu
bukalah pintu buatku menuju jalan yang lurus
menuju secercah cahaya suci dalam kegelapan
kuharap di sana ayah ibuku menanti
dengan wajah berseri-seri
(...)
Sumber: Riris K. Toha Sarumpaet. 2002. Apresiasi Puisi Remaja
Catatan Mengolah Cinta, Jakarta: Grasindo
a. Apakah tema puisi tersebut?
b. Sampaikan isi puisi tersebut dengan kalimatmu sendiri!
c. Ungkapkan amanat apa yang hendak disampaikan dalam puisi tersebut!
